Wacana Urbanisasi ke Jakarta Setelah Arus Balik Mudik, Ledakan Pipa Petronas di Malaysia, WNI Selamatkan Warga di Kebakaran Hutan Korea Selatan, Gunungan Sampah di Pinggir Jalan Birmingham Inggris

Admin
UTC
6 kali dilihat
0 kali dibagikan

Hello 
Good morning! We know, we know, you're still recovering from the festive of Lebaran, but here's the truth: If you've been on mudik, you'll be back to work soon. So, in case you're thinking about moving to Jakarta for a new opportunity... scroll down.

First stop, on wacana urbanisasi ke Jakarta after arus balik mudik...

The decreased trend?
Yep guys, tentunya setelah arus mudik usai, kini banyak orang fokus ke arus balik yang akan memuncak di akhir pekan pertama bulan April 2025. Jakarta masih selalu jadi primadona yang punya daya tarik bagi pendatang. Terus, gimana dengan tren urbanisasi yang diprediksi menurun selepas lebaran yang selalu terjadi di kota metropolitan ini, ya?

Tell me about it.
Well, nggak bisa dipungkiri Jakarta selalu terlihat kaya harapan dan kesempatan baru buat orang-orang dari luar Jakarta. Menyikapi hal ini, dalam keterangannya pada Kamis (27/3), Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan nggak bakal melakukan operasi yustisi buat para pendatang baru. Meski begitu, tetap akan ada pengecekan kependudukan buat warga yang bukan penduduk asli Jakarta.

Waitttt, operasi apaan tuh?
OK, let mimin explain it to you. Operasi Yustisi tuh kayak serangkaian tindakan hukum yang dilakuin pemerintah provinsi (pemprov) Jakarta dalam rangka memelihara ketertiban umum juga ketentraman masyarakat. Pada operasi ini, bakal ada juga penindakan atas dugaan pelanggaran peraturan daerah (perda) yang mengandung unsur pidana. Intinya sih adanya operasi ini bermaksud menjaga lingkungan dari potensi gangguan yang disebabkan oleh masalah kependudukan yang dipicu tingginya angka urbanisasi ke kota.

Alright. Go on...
Yep, berdasarkan prediksi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta per 23 Maret 2025, tren pendatang baru ke Jakarta selepas lebaran bakal turun, di mana tren ini sebenarnya sudah terjadi sejak 2023. Di tahun 2022 jumlah pendatang baru tercatat 27.478 orang, turun menjadi 25.918 orang di 2023. Jumlah itu menurun lagi menjadi 16.207 orang di 2024. Sehingga pada 2025 angka pendatang baru diperkirakan turun menjadi antara 10.000-15.000 orang.

Kok tren-nya bisa turun terus?
Well, tren urbanisasi yang terus menurun pastinya dipengaruhi sama beberapa faktor, ya. Pernah denger nggak sih kalau di beberapa daerah udah mulai macet dan banyak kemajuan mirip kota besar? Nah, faktor pembangunan infrastruktur di daerah udah dirasa mulai merata di luar Jakarta. Hal ini juga didorong sama perekonomian nasional yang (KATANYA) konsisten tumbuh lebih dari 5% sejak 2022. Dan ada juga faktor menurunnya tingkat pengangguran sampai 4,91% di Agustus 2024. Selain itu, imbauan agar orang daerah nggak nekat merantau ke Jakarta tanpa jaminan tempat tinggal atau pekerjaan layak disebut memengaruhi juga menurunnya tren pendatang ke Jakarta selepas lebaran.

Kenapa kok ngaruh?
Ya, coba aja bayangin, gaes, kalau nggak ada jaminan tempat tinggal sama pekerjaan yang layak, hidup tentunya bakal kerasa lebih tough di Jakarta. Dampaknya bisa bikin orang terpaksa harus tinggal di permukiman kumuh dan bahkan luntang-lantung di jalan. Kemiskinan dan ketidakpastian nasib buat bertahan hidup bakalan bikin orang jadi nekat dan berakhir memilih jalan pintas dengan melakukan tindakan kriminal.

I see...

Yep, seperti yang disampaikan juga sama Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar a.k.a Cak Imin, beliau mengimbau supaya jangan sampai para perantau tergiur datang ke Jakarta tanpa persiapan. Karena dikhawatirkan bukannya memperbaiki nasib, tapi kedatangan para pendatang itu malah bisa menambah beban Jakarta dengan segala carut marut permasalahan kotanya...

Hmm... terus langkah Pemprov Jakarta gimana?
Tahun ini, Pemprov Jakarta bakal menyediakan balai latihan kerja (BLK) dan balai rakyat buat mempersiapkan kualitas dan kemampuan bahasa para calon pencari kerja. Selain itu, ternyata program mudik bersama juga dipakai Pemprov Jakarta sebagai salah satu antisipasi buat mengukur angka urbanisasi ke Jakarta tahun ini. Menurut Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, paket mudik bersama Pemprov Jakarta yaitu pulang-pergi atau pergi-pulang Jakarta memfasilitasi hampir 26 ribu pemudik.

Paket mudik?

Yep. Adanya paket mudik ini akan dipakai jadi salah satu tolok ukur kepadatan urbanisasi yang bakal terjadi tahun ini. Meski begitu, jumlah di luar paket mudik yang disediakan Pemprov tetap nggak bisa diperkirakan, ya. Mudik dengan moda transportasi lain tetap mungkin membawa pendatang baru berupa sanak saudara dari para pemudik yang kembali ke Jakarta.

Terus apa kata pakar soal ini?

Menurut ahli tata kota, Nirwono Yoga, Jakarta selalu jadi daya tarik dan magnet bagi para pendatang karena Jakarta masih jadi pusat ekonomi nasional. Orang-orang yang bisa bekerja dan survive di Jakarta berarti orang yang sukses karena bergaji tinggi. Tren menurunnya urbanisasi ke Jakarta sebenarnya karena para pendatang beralih ke kota-kota satelit di sekitar Jakarta seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Di sisi lain, guru besar sosiologi UI, Paulus Wirotomo, menyatakan harapannya agar tren ini terus berlanjut ke depan. Harapannya supaya masyarakat urban bisa lebih menyebar ke kota-kota kecil yang punya potensi dan nggak hanya terpusat di Jakarta saja.

I see. Anything else?
Yes, libur Lebaran masih tersisa, namun arus balik mudik sudah terlihat di Terminal Kampung Rambutan di Jakarta Timur. Menurut Pengendali Terminal Kampung Rambutan, Mulyono, arus balik mudik penumpang dengan bus antar kota antar provinsi (AKAP) sudah terlihat sejak Selasa (1/4) atau H+1 Idulfitri. Per Selasa (1/4), ada 1.667 penumpang yang menggunakan 234 bus AKAP yang tiba di Terminal Kampung Rambutan. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat mendekati habisnya waktu cuti bersama lebaran pada Senin (7/4). The end of the long holiday is coming for real...

A-Z about Ledakan Pipa Petronas di Malaysia

in the Middle of Eid.
Di tengah suasana pagi hari kedua Idulfitri yang masih kental di Malaysia, terjadi sebuah musibah ledakan pipa utama Petronas Gas Berhad (PGB) yang terbakar pada Selasa (1/4) di Subang Jaya, Selangor, Malaysia. Sebelum api dan asap terlihat membumbung tinggi, warga mendengar suara ledakan dahsyat dari pipa gas di Puchong.

Sad :( Tell me more about it.
Jadi guys, memang keberadaan pipa gas Petronas yang meledak sekitar jam 08.10 pagi itu nggak jauh dari perumahan Putra Heights yang jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dari titik lokasi kejadian. Berdasarkan laporan dari regu pemadam kebakaran, diketahui bahwa ketinggian api akibat ledakan itu mencapai 300 meter. Kobaran api juga melahap pipa sepanjang 500 meter dan menyebabkan 112 orang terdampak luka-luka. Hingga laporan yang tercatat pada Selasa (1/4) pukul 14.40 WIB, kebakaran menyebabkan kerusakan pada 190 unit rumah, 148 mobil, juga 11 sepeda motor.

Waduh, gimana tuh korbannya?
Yep, nggak ada korban jiwa karena insiden ini, tapi ada sebanyak 49 orang korban menerima perawatan di pangkalan medis yang didirikan di Kuil Sri Maha Kaliamman yang berlokasi di Puchong, Selangor. Sedangkan, 63 orang korban lainnya dikirim ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan lebih lanjut. 

What happened to them?

Well, berdasarkan keterangan pihak berwenang, para korban mengalami luka bakar derajat dua dan tiga, kesulitan bernapas, juga cedera lainnya. Pihak Kementerian Kesehatan Malaysia, menyatakan sebanyak 100 orang korban sudah menerima perawatan medis di berbagai rumah sakit yang ada di Lembah Klang seperti RS Putrajaya, RS Serdang, RS Cyberjaya, Subang Jaya Medical Centre, RS Thomson, RS Spesialis Avisena, juga RS Columbia Asia Bukit Rimau.

How did the govt react to this?
Well, pemerintah Malaysia lewat Menteri Perumahan dan Pemerintah Daerah Malaysia, Nga Kor Ming, membenarkan soal laporan insiden ledakan pipa gas Petronas itu. Lebih lanjut, pihaknya bakal melakukan penyelidikan lebih lanjut buat mengetahui situasi yang sebenarnya. Meanwhile, Kepala Menteri Selangor, Amirudin Shari, memperingatkan bahwa meski katup tertutup, kobaran api masih bisa membesar karena sisa-sisa gas di dalam pipanya. Masyarakat pun diimbau buat menghindari area tersebut sampai api benar-benar bisa dikendalikan dan dinyatakan aman oleh Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) a.k.a Dinas Pemadam Kebakarannya Malaysia.

Go on...
Alright, dalam sebuah pernyataan, pihak Petronas menyatakan kalau tiga stasiun Petronas yang ada di sekitar Puchong, yaitu di Putra Heights, KM2 LDP, dan Putra Bestari nggak terkena dampak. Namun, saat ini ketiganya sudah ditutup sementara sebagai tindakan pencegahan. Penutupan pipa berarti ada kemungkinan api akan terus menyala sampai gas yang tersisa di dalamnya habis. Lebih lanjut, Petronas masih menyelidiki penyebab dibalik terbakarnya jaringan pipa gas yang ada di kawasan Puchong, Selangor.

Ada bantuan dari pemerintah buat para korban?
Yep, ada. Menyikapi bencana ini, PM Malaysia, Anwar Ibrahim, mendatangi lokasi kebakaran di Puchong Selangor pada Selasa (1/4) dan mengumumkan bantuan tunai langsung untuk warga terdampak kebakaran Petronas sebesar 5.000 ringgit atau sekitar Rp18,7 juta untuk rumah-rumah yang mengalami kerusakan total. Selain itu, ada juga bantuan 2.500 ringgit setara Rp9,3 juta untuk rumah yang terdampak sebagian. Selain itu, Anwar juga menyatakan kalau pemerintah dan pihak Petronas bakal bertanggung jawab penuh buat memulihkan lingkungan dan infrastruktur perumahan yang terdampak ledakan pipa gas.

Is that all?
Nope, mengingat proses pemulihan kawasan akibat ledakan pipa gas ini bakal makan waktu lama, pemerintah nggak berhenti bantu warga dengan kasih bantuan uang tunai aja gaes. Pemerintah juga merancang bantuan jangka panjang buat mastiin kesejahteraan warga yang terdampak insiden ini. Untuk itu, pemerintah bakal mendorong instansi terkait buat berdiskusi sama perwakilan warga buat nentuin langkah selanjutnya. Menurut Wakil Kepala Kepolisian Selangor, Mohd Zaini Abu Hassan, korban yang berhasil dievakuasi saat ini untuk sementara ditampung di aula serbaguna di Masjid Putra Heights dan Kuil Sri Maha Kaliamman, di Puchong Selangor.

I see. Anything else?
Yes. Selain menyatakan bakal menyelidiki penyebab kebocoran pipa gas yang meledak di Puchong, Petronas berjanji bakal bayar ganti rugi ke warga-warga terdampak. Pipa gas Petronas di Puchong yang terdampak mulai dari ruas 210-212. Ruas itu membentang sepanjang 32 kilometer, dengan rincian 18 kilometer untuk ruas 210-211 dan 14 kilometer sisanya untuk ruas 211-212.

The story of Sugiyanto, an Indonesian fisherman in South Korea..

Who became a hero
Guys, kamu mungkin udah denger soal berita kebakaran hutan di Korea Selatan beberapa minggu lalu? Di balik cerita soal meluasnya kobaran api yang membakar hutan-hutan di bagian tenggara Korea Selatan, ditemukan heartwarming story yang melibatkan WNI yang jadi hero bagi para lansia yang ada di sebuah desa pesisir di Chuksan-myeon, Kabupaten Yeongdeok, Gyeongsang Utara.

Tell me about it.
OK. Jadi ketika kebakaran hutan meluas dari Uiseong sampai ke wilayah Yeongdeok-gun, Sugiyanto (31) yang sudah sewindu bekerja sebagai nelayan di Korea Selatan berubah jadi pahlawan buat warga desa tempatnya tinggal. Melihat bahaya yang mengancam para penduduk desa, Sugiyanto berkeliling bersama kepala desa nelayan, Yoo Myung-shin, untuk membantu proses evakuasi puluhan penduduk lansia di desa itu.

Go on.
OK. Jadi, pada Senin (31/3) sekitar jam 11 malam, Sugiyanto dan Kepala desa Yoo bergegas membangunkan penduduk yang sedang tidur untuk segera mengungsi. Sugiyanto memberitahukan pada para penduduk lansia bahwa pegunungan mengalami kebakaran dan semua orang harus bergegas pergi ke tempat aman. Lokasi desa yang terletak di lereng pantai cukup menyulitkan para lansia untuk lari menyelamatkan diri cepat-cepat. Melihat situasi makin genting dan mendesak, Sugiyanto dan pak kepala desa lalu menggendong para lansia di punggung. Keduanya berlari sekitar 300 meter ke arah pemecah gelombang di desa itu.

Terus semuanya selamat?
Yep, berkat upaya penyelamatan yang gesit dari Sugiyanto dan Kepala desa Yoo, semua penduduk di Desa Gyeongjeong 3-ri sebanyak 60 jiwa berhasil dievakuasi. Para warga desa yang selamat memuji aksi heroik Sugiyanto dan Kepala desa yang menyelamatkan mereka semua dari bencana. Bahkan para penduduk berharap kalau ada pemuda yang selalu bisa diandalkan seperti Sugiyanto bisa terus bekerja dan tinggal di desa mereka.

Nice bgttt, Pak Yanto!
Iya kan. Jadi, Pak Sugiyanto ini udah bekerja sebagai nelayan selama delapan tahun di Korea Selatan. Menurut pengakuannya, tiga tahun lagi dia akan pulang ke Indonesia bertemu dengan istri dan putranya yang berumur lima tahun. Bagi Sugiyanto yang mengaku menyukai Korsel, para penduduk desa sudah dianggapnya seperti keluarga. Didukung dengan kemampuan berbahasa Korea yang cukup baik, Sugiyanto terbiasa berkomunikasi dengan penduduk desa dan menunjukkan sikap yang santun terhadap warga desa. Karena jasanya menyelamatkan warga, pada Selasa (1/4), Kementerian Kehakiman Korea Selatan dilaporkan sedang dalam proses mempertimbangkan visa tinggal jangka panjang untuknya.

Gimana komentar pemerintah Korea Selatan?
Well, mereka apresiasi banget jasa Sugiyanto nyelametin warga lansia di desanya. Dalam keterangannya, penjabat Menteri Kehakiman, Kim Seok-woo, mempertimbangkan untuk memberikan visa F2 atau visa tinggal jangka panjang buat Sugiyanto. Biasanya orang-orang yang nerima visa ini adalah orang yang udah diakui sama pemerintah atas kontribusi khususnya buat Republik Korea atau kepentingan publik. FYI, visa F2 biasanya diberikan ke WNA yang menikah sama warga negara Korea Selatan. Selain itu, bisa juga diberikan ke orang yang udah berinvestasi lebih dari $500.000 dalam sebuah bisnis dan sudah tinggal di Korea Selatan selama lebih dari tiga tahun. Banyak yang bilang proses persyaratan buat dapat visa ini sangat ketat, lo.

Keren banget dong...
Iya, gaes, berkat kegercepan Sugiyanto dan Pak Kepala Desa semua penduduk aman dan nggak ada yang terluka. Menurut pejabat Kementerian Kehakiman Korea Selatan, sebelumnya pada 2020, ada kasus serupa yang melibatkan WNA yang ada di Korea Selatan. Namun, kasus pertama yang melibatkan aksi penyelamatan dari tragedi kebakaran hutan adalah kasus yang pertama kali terjadi. Lebih lanjut, urusan penetapan visa kemungkinan bakal makan waktu sekitar satu sampai dua minggu.

I see. Anything else?
Yes, ngomongin soal aksi heroik Sugiyanto, tentunya sang Istri yang ada di Indonesia juga ikut merespons juga. Dari sambungan telepon, sang istri mengaku bangga pada pengorbanan suaminya menyelamatkan warga. Sedangkan, Sugiyanto sendiri merasa terharu ketika menyadari bahwa nggak ada warga desa yang terluka akibat bencana kebakaran hutan hebat itu.

When the second-largest city in England declares 'major incident'...

Because tons of garbage.
Bukan di Bantar Gebang, tapi di Birmingham Inggris yang belakangan lagi struggling dengan munculnya gunung sampah yang nggak terangkut di pinggir-pinggir jalan. Yep, hal ini terjadi karena para pekerja sanitasinya memutuskan buat mogok kerja, guys. Akibatnya, pemandangan kota jadi keliatan ngga terurus setelah lebih dari 17.000 ton sampah nggak diangkut dan dibiarkan di pinggiran jalan. Dalam keterangannya, pemimpin dewan kota Birmingham, John Cotton, menyesalkan pemerintah kota harus mengumumkan situasi nggak menyenangkan ini. Namun, pemerintah setempat mengaku nggak bisa lagi menoleransi situasi yang merugikan dan memberi tekanan ke warga Birmingham. Ternyata situasi konflik antara pemerintah kota dan para petugas kebersihan ini sudah terjadi sejak Desember 2024 lalu, gaes. Waktu itu kelompok perdagangan Unite the Union mengumumkan bahwa para petugas kebersihan akan melakukan aksi mogok di 2025. Bukannya tanpa alasan, aksi mogok itu dilakukan buat menentang pemotongan gaji berlebih, larangan lembur, juga penghapusan peran pengumpulan sampah oleh dewan. 

Menurut sekretaris Unite the Union, Sharon Graham, sebenernya dewan kota Birmingham bisa dengan mudah menyelesaikan perselisihan.  Namun emang pemerintahnya aja yang pengen melakukan pemotongan gaji dan penurunan pangkat pada para petugas. Saking stuck-nya sikon antara pemda dan petugas kebersihan di sana, Menteri Komunitas Inggris, Jim McMahon sampe menyatakan bahwa pemerintah pusat siap menyelesaikan masalah ini kalo emang pemerintah lokal di Birmingham kurang bisa. 

"Sudah sampai pada tingkat mencemaskan,"

Gitu guys komentar dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi pas menjelaskan bahwa at least ada 200 tambang liar di seluruh wilayah Jawa Barat, akibat alih fungsi lahan hutan. Kata Kang Demul, hal ini tentu jadi sangat mencemaskan buat alam di Jabar, dan udah tugas seorang gubernur lah untuk menghilangkan kecemasan itu. 

When you've heard the question "Kapan nikah?" for too many times...

Announcement

Thanks to Someone and Rin for buying us coffee today :)

Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here...just click here.  Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!

Catch Me Up! recommendations

Have you ever heard of... grandma hobbies?

© 2025 Catch Me Up!. All Rights Reserved.