Everything you need to know about the Voice of America (VoA) funding freeze...
Guys, siapa yang suka nonton berita-berita seru dari kantor berita Voice of America? Well, kamu most likely bakal harus berhenti dulu nonton, karena pada hari Sabtu (15/3) kemarin banget, pemerintahan Trump menetapkan cuti administratif tanpa batas waktu pada para jurnalis Voice of America (VOA). Ga cuma VOA, aturan ini juga terjadi di lembaga penyiaran lain yang didanai AS, seperti Radio Free Asia juga Radio of Europe.
Maksudnya gimana?
Well, to give you some context, jadi sehari sebelumnya, tepatnya pada Jumat (14/3), Trump lebih dulu ngeluarin executive order yang nyantumin kalau Badan Media Global AS yang menaungi VOA dll adalah merupakan elemen birokrasi federal yang sebenarnya nggak diperlukan negara. Pemangkasan terhadap bidang media ini terjadi sehari setelah Trump secara terbuka mengecam media yang didanai AS sebagai 'korup' juga 'ilegal'. Trump juga bilang bahwa penghentian pendanaan atas VoA ini dilakukan untuk memastikan "duit pajak rakyat ga dipake untuk propoganda radikal".
Ya ampun...
Terus dalam kesempatan yang sama, Trump menuduh media berlaku bias terhadapnya dan mengecam penyiar swasta CNN dan MCNBC yang dilabelinya sebagai 'lengan politik' partai Demokrat, oposisi pemerintah. Akibat dari efisiensi pemerintah Trump ini, ratusan wartawan dan stafnya menerima e-mail yang menyatakan kalau mereka dilarang masuk kantor sementara dan harus menyerahkan kartu pers juga semua perlengkapan kerja mereka pada akhir minggu ini.
Sad :(
Banget. Menurut Direktur VOA Michael Abramowitz, ada lebih dari 1.300 karyawan VoA termasuk jurnalis, produser, dan asisten yang terpaksa memberlakukan cuti administratif sehari setelah President Trump memerintah pembubaran perusahaan induk media itu. Abramowitz juga bilang bahwa VoA ini udah berdiri selama lebih dari 80 tahun, dan udah memainkan peran penting dalam melawan komunisme, fasisme dan penindasan. Menurutnya juga, di beberapa negara diktator, VoA bisa jadi satu-satunya sumber berita buat masyarakat. FYI guys, Abramowitz himself juga di-layoff.
Gokil...
FYI guys, VoA, Radio Free Europe/Radio Liberty (RFE/RL) dan Radio Free Asia (RFA) berfokus pada penyiaran informasi gratis ke audiens di luar AS, termasuk zona konflik (Ukrania), negara pesaing AS kayak China dan Rusia, sampai negara diktator (Korea Utara). Nah, executive order-nya Trump memerintahkan untuk mengecilkan United States Agency of Global Media (USAGM) sampai ke fungsi hukum minimumnya. Padahal, media-media ini punya misi menyediakan laporan tanpa sensor ke negara-negara tanpa media bebas, seperti di China, Myanmar, Korea Utara, juga Vietnam. Poin lainnya, media ini juga punya firewall editorial, yang menjamin independensinya despite tetep dapet kucuran dana dari AS. Nah, adanya firewall editorial ini nih yang bikin ngamuk orang-orang di dekat Trump soalnya mereka disebut ngga tunduk buat promoin kebijakan Trump selama periode pertama pemerintahannya.
I see. Anything else?
Yes, berdasarkan laporan terbaru pada Kongres, USAGM sebagai badan induk VOA mempekerjakan sekitar 3.500 orang staf dan punya anggaran sebesar US $886 juta untuk tahun 2024. Selain karyawan, pembekuan ini juga mengharuskan USAGM untuk memutus kontrak untuk semua penyiar internasional swasta yang didanainya, termasuk RFE/RL dan RFA.