Teror Kepala Babi Jurnalis Tempo, Aksi Protes Menentang Penangkapan Walikota Istanbul, Kecelakaan Bus Umroh WNI di Arab Saudi, Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia

Admin
UTC
16 kali dilihat
0 kali dibagikan

Good morning

Hello and welcome to the last week of Ramadan. If anything you can relate to OKE GAS, it's to make the best out of this momentum to really be a better person. Attend that tarawih, turn another page of the Quran aaaand... catch up! more on the news with us. Let's go!

First Stop: kiriman teror kepala babi ke jurnalis Tempo

(Disclaimer: This photo/video contains sensitive content which some people may find offensive or disturbing. Proceed with caution!)
The anonymous package.

Siapa pun pasti excited dan penasaran menerima paket yang dikirim atas namanya. Namun, nggak pernah ada yang menantikan paket misterius tanpa nama pengirim berisi kepala babi dengan dua telinganya terpotong. Yep, sayangnya, justru barang itulah yang dikirim ke kantor Tempo minggu kemarin.

Tell me about it.
Yep, teror kepala babi yang beberapa hari belakangan menggegerkan media sosial dikirimkan kepada Jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana a.k.a Cica. Paket berisi kepala babi dalam kardus berlapis styrofoam itu diterima satpam Tempo pada Rabu (19/3) sekitar pukul 16.15 WIB. Namun, paket baru disampaikan kepada Cica yang baru kembali dari liputan dan akan rekaman siniar Bocor Alus Politik (BAP) Tempo pada  Kamis (20/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Bersama rekannya, sesama wartawan desk politik dan host BAP, Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran, paket misterius itu dibuka dan ditemukan kepala babi yang sudah berbau menyengat di dalamnya.

SEREM BANGET...
Iya, guys, saking seremnya teror ini, Cica jadi trauma. Hal ini juga dinilai berbagai pihak sebagai bentuk intimidasi dan tekanan pada kebebasan pers dan media, khususnya ke jurnalis perempuan. By the way, teror dan intimidasi ke jurnalis Tempo sebenarnya bukan yang pertama kali. Tahun lalu, kendaraan Hussein juga dirusak oleh orang tidak dikenal. Rangkaian kekerasan ini termasuk dalam upaya penghalang-halangan kerja jurnalistik yang tertera dalam Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Terus sekarang udah aman?
Jelas belum, guys. Kalau semua orang pikir kepala babi udah cukup bikin trauma, tiga hari setelahnya, kantor Tempo kembali menerima paket misterius lainnya. Pada Sabtu (22/3) pagi, kantor Tempo menerima kotak kardus terbungkus kertas kado bermotif mawar merah berisikan enam bangkai tikus tanpa kepala.

HAH??

Iya. Kotak teror kedua itu dikirim tanpa tulisan atau pesan apa pun di dalamnya. Diperkirakan kalau kotak berisi bangkai tikus itu dilempar oleh orang tak dikenal dari luar pagar kompleks kantor Tempo di Palmerah Barat, Jakarta Selatan, pada pukul dua dini hari. Sebelum jatuh ke aspal, kotak teror itu lebih dulu mengenai mobil yang terparkir dan meninggalkan jejak baretan di sana.

Gimana respons Tempo soal teror ini?
Well, Pimred Tempo Setri Yasra bilang bahwa Tempo nggak gentar dengan teror yang dikirim oleh pihak yang disebutnya 'pengecut' ini. Meski, begitu Setri bersama Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ) akhirnya melaporkan kasus teror paket kepala babi ke Mabes Polri sembari membawa barang bukti untuk diselidiki. Menurut Setri, kiriman bangkai tikus memperjelas teror yang ditujukan ke redaksi Tempo sebelumnya lewat media sosial Instagram.

Diteror di sosmed juga?
Yep, jadi sehari sebelumnya tepatnya Jumat (21/3), redaksi Tempo menerima pesan dari akun Instagram @derrynoah yang bilang akan terus mengirim teror bertuliskan "sampai mampus kantor kalian". Meski melaporkan tindakan teror yang diterima Tempo ke pihak berwajib, Setri enggan berspekulasi lebih jauh soal motif pengiriman kepala babi tersebut. Menurutnya, itu wewenang polisi buat mengungkap tuntas dugaan intimidasi pada pers ini. Setri juga menyatakan ini nggak hanya menyangkut Tempo, tapi juga berkaitan dengan profesi wartawan pada umumnya yang bisa terancam di masa depan.

Terus apa reaksi Dewan Pers?
Of course, Dewan Pers ikut mengecam teror yang ditujukan ke Tempo pada Rabu (19/3). Menurut keterangannya pada Kamis (20/3) Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, teror dan intimidasi yang ditujukan ke Cica adalah tindakan kekerasan pada pers. Lebih lanjut, Ninik juga melihat kalau pelaku yang mengirimkan teror macam ini biasanya adalah pihak-pihak terpojok yang nggak mau bertanggung jawab. Senada dengan Ninik, anggota Dewan Pers Totok Suryanto juga menyesalkan kejadian teror ini karena dianggap melukai pers sebagai pilar demokrasi bangsa.

Apa respons pihak berwenang?
Dalam keterangannya pada Sabtu (22/3), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan ke Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada buat mengusut tuntas soal kasus teror ke Tempo ini. Selain itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Muhammad Chairul Anam juga menyayangkan Tempo yang selalu menjaga profesinya sesuai kaidah jurnalistik bukannya dijaga malah diancam dan diintimidasi. Selanjutnya, anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo, juga mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus teror ke media Tempo. Menurutnya, pengungkapan dalang di balik kasus ini sangat penting supaya nggak menimbulkan spekulasi yang baka ngerugiin pemerintah.

I heard something about "dimasak aja"...
Iya, agak krik-krik dan tone deaf emang. Jadi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi justru bilang "dimasak aja" waktu ditanya soal kasus teror kepala babi tersebut. Statement ini tentunya mendatangkan kritik dari banyak pihak, bahkan beberapa orang dengan gamblang menyatakan Hasan Nasbi harus mundur atau dipecat buntut dari statement-nya soal teror ke Media Tempo itu.

Blunder mulu deh...
Ikr, kayak kalau mau merespon enteng buat isu yang berat dan serius kaya gini tuh at least liat-liat juga nggak sih? Hasan bilang kalau respons Cica di medsos mengesankan kalau Cica santai aja merespons teror yang diterimanya. Jadi, dia juga ikut merespons serupa terhadap pertanyaan media. Klarifikasi yang diberikan setelah banyak protes yang timbul seolah nggak cukup meredam. Dalam keterangan persnya pada Minggu (23/3), Hasan menilai kalau teror ini nggak perlu dibesar-besarkan. Intinya term doi soal "dimasak saja" yang bikin heboh kemarin juga bermaksud mengecilkan ancaman dari si peneror supaya nggak berefek gimana-gimana ke publik.

Hadehhhh. Anything else?
Yes, kasus teror kepala babi yang dialamatkan kepada Cica disoroti juga oleh media asing. Misalnya Asia Sentinel pada Sabtu (22/3), melaporkan tindakan teror pengiriman kepala babi yang terpenggal dalam kotak kardus untuk Cica yang dikutuk oleh organisasi pers domestik dan internasional. Selain itu, menurut data yang dikumpulkan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), ada 17 kasus serangan pada jurnalis tahun ini. Sedangkan pada 2024, terdapat 74 kasus berkurang dari yang sebelumnya 101 kasus di 2023. Lalu, pada 2022 terdapat 64 kasus dan 42 kasus terjadi di 2021.

When things are heating up in Turkiye...

As Istanbul's Mayor Arrested.
Guys, belakangan ini, Turki lagi ngga baik-baik aja. Hal ini karena terjadinya aksi protes ratusan ribu masyarakat Turki yang menentang penangkapan walikota Istanbul, Ekrem Imamoglu, pada Rabu (19/3).

Tell me about it.
So, meski dilarang berkumpul oleh pemerintah, aksi unjuk rasa masyarakat Turki digelar pada Kamis (20/3). Massa turun ke jalan melakukan protes atas penangkapan Imamoglu yang dituduh pemerintah korupsi dan mendukung aksi terorisme. Menurut para pemrotes, penangkapan ini bener-bener bermotif politik, demi menjegal langkah politik Imamoglu lebih jauh.

Emang doi siapa?

Jadi, doi adalah calon pesaing Erdogan dalam pemilihan Presiden Turki di 2028 mendatang. Pada Sabtu (22/3), Imamoglu diperiksa di pengadilan oleh jaksa penuntut atas tuduhan korupsi dan hubungannya dengan terorisme. Lebih lanjut, keputusan penahanan Imamoglu baru akan dirilis pada Minggu (23/3) dini hari.

Go on.
Okay, banyak pendukung Imamoglu yang percaya kalau penahanannya ada hubungan dengan motif politik dan respon keras pemerintah terhadap pihak oposisi, yaitu partai Cumhuriyet Halk Partisi (CHP) a.k.a Republican People's Party. Pada Sabtu (22/3), ribuan orang berkumpul di luar gedung kota Istanbul, melambaikan bendera Turki juga meneriakan slogan-slogan seperti "Jangan takut, rakyat ada di sini" dan "Hak, hukum, keadilan". Sedangkan, kerumunan pendukung Imamoglu menunggu di luar gedung pengadilan Caglayan. Keberadaan para pengunjuk rasa tetap berkumpul meski ada larangan berkumpul di jalanan kota sudah diperpanjang sampai Rabu (26/2).

How's the situation there?
Chaotic, guys. Ribuan pengunjuk rasa berhadapan dengan ratusan polisi di dua lokasi tersebut. Menurut laporan Reuters, pasukan polisi itu nggak menghadapi massa dengan tangan kosong. Melainkan, menggunakan gas air mata juga semprotan merica yang dibalas dengan lemparan petasan juga benda-benda lain oleh para demonstran. Not stopping there, para pengunjuk rasa di provinsi pesisir barat Izmir dan Ankara juga harus menghadapi tembakan meriam air ketika bentrok dengan polisi.

Gimana respons pemerintah?
Well, dalam keterangannya pada Minggu (23/3) pagi, Menteri Dalam Negeri, Ali Yerlikaya, menyatakan kalau otoritas Turki sudah menahan sekitar 323 orang selama protes berlangsung. Selain itu, Pemerintah sudah memberi peringatan untuk nggak mengaitkan penangkapan Imamoglu dengan Presiden Erdogan atau motif politik apa pun. Lewat postingan di akun X-nya, Erdogan mengingatkan langsung pada CHP kalau pihak yang mengganggu ketertiban dan melakukan provokasi akan dikenakan sanksi hukum. Selain itu, pada Jumat (21/3), Ali menyatakan kalau sedikitnya ada 16 petugas polisi yang terluka selama bentrokan dengan massa terjadi di Turki.

Apa reaksi Imamoglu?
Okay, doi menyatakan kalau bakal stay strong dan nggak akan tunduk sama tuduhan pemerintah. Nggak hanya Imamoglu, setidaknya 100 orang lain termasuk pejabat kota, kepala perusahaan konstruksi wali kota, politisi, dan jurnalis menerima surat perintah penahanan dan dituduh melakukan penggelapan dan korupsi. Lebih lanjut, Imamoglu juga membantah tuduhan terorisme yang juga dialamatkan kepadanya. Meanwhile, Menteri Kehakiman Turki Yılmaz Tunç, mengatakan bahwa kecurigaan soal politisasi kasusnya Imamoglu ini dilatarbelakangi oleh Presiden sebagai tindakan kurang ajar dan nggak bertanggung jawab.

Apa efek dari demo besar ini?
Well, demo dan aksi unjuk rasa membela Imamoglu ini berdampak ke finansial Turki. Bank Sentral Turki diperkirakan menghabiskan $11,5 miliar untuk menopang mata uang lira sehari setelah penangkapan Imamoglu. Selain itu, situasi ini juga memicu larinya para investor dan anjloknya nilai mata uang negara. Despite the situation, Erdogan tetep menilai bahwa partainya Imamoglu, yaitu CHP, sebagai kekuatan yang mengganggu perdamaian dan memecah belah rakyat. Terlepas dari semua itu, CHP masih berencana buat menyelenggarakan pemungutan suara buat nyalonin Imamoglu yang sedang dipenjara sebagai kandidat presiden.

Kesannya politis banget nggak sih...

Yep, oleh jaksa penuntut, Imamoglu dituduh memimpin konspirasi kriminal kayak penyuapan, penggelapan, penipuan, juga keterkaitan dengan aksi terorisme. Sehari sebelum ditangkap atas tuduhan itu, Universitas Istanbul mencabut gelar sarjana Imamoglu membuatnya nggak memenuhi syarat buat mencalonkan diri sebagai Presiden sesuai hukum yang berlaku. Menurut analis politik Turki di Wilson Center, Washington, Yusuf Can, penangkapan Imamoglu jadi bagian dari strategi Erdogan buat melanggengkan kekuasaan tanpa batas waktu. However, ditangkapnya Imamoglu justru malah mengalihkan dukungan besar rakyat Turki ke CHP sebagai partai oposisi ketimbang ke Adalet ve Kalkınma Partisi (AKP) sebagai partai penguasa.

I see. Anything else?
Yes, pemimpin CHP, Ozgur Ozel, menyatakan ke media bahwa partainya bakal ngajuin banding atas keputusan pengadilan yang memenjarakan Imamoglu selama proses persidangan berlangsung. Lebih lanjut, dewan kota Istanbul bakal memilih pengganti wali kota sementara sembari menunggu hasil putusan untuk Imamoglu. Selain itu, CHP yang beranggotakan lebih dari 1,5 juta orang sudah menyiapkan sekitar 5.600 kotak suara untuk pemungutan suara di 81 provinsi yang ada di Turki. Pemungutan suara resmi ditutup pada Minggu (23/3) pukul 14:00 GMT atau jam 18:00 WIB.

All you need to know about kecelakaan bus umroh WNI di Arab Saudi...

with 20 casualties.
Kabar sedih datang dari para WNI yang sedang menjalankan ibadah umroh di Arab Saudi. Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Wadi Qudeid, Arab Saudi, menimpa bus yang ditumpangi oleh 20 orang WNI jemaah umrah pada Kamis (20/3) siang. Bus mengalami tabrakan dengan mobil jeep dari arah berlawanan, menyebabkan bus terbalik dan terbakar.

Tell me about it.
Okay, kecelakaan bus ini terjadi ketika bus dalam perjalanan dari Madinah menuju Mekah. Lokasi kecelakaan di Wadi Qudeid berjarak sekitar 150 kilometer dari Kota Jeddah, Arab Saudi. Menurut keterangan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kemenlu RI pada Jumat (21/3), Judha Nugraha, ada 20 WNI yang jadi korban kecelakaan bus jemaah umroh ini. Enam di antaranya meninggal dunia, sedangkan 14 orang lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan keterangan Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B. Ambary, supir bus yang merupakan warga negara Pakistan juga meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

Go on.
Lebih lanjut, Yusron juga menjelaskan kalau korban yang selamat rinciannya sebagai berikut: 1 luka berat, 6 orang luka sedang, 6 orang luka ringan, dan 1 orang yang nggak mengalami luka apa pun. Pihak Kemlu RI menyampaikan duka cita atas wafatnya enam jemaah umroh dari Indonesia dan berkomitmen untuk membantu penanganan jemaah WNI korban luka-luka. Setelah Kemlu RI berkoordinasi dengan Kemenag dan Agensi Umroh, diketahui kalau puluhan jemaah umrah korban kecelakaan bus di Wadi Qudeid berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur. Berdasar keterangan Yusron, rombongan jemaah berangkat lewat Travel Umrah Madani Alam Semesta, Bojonegoro.

Terus gimana sama korban meninggal dunianya?
Menurut Yusron, empat dari enam korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus adalah satu keluarga dan akan dimakamkan di Arab Saudi.  Empat korban jemaah umroh yaitu Dawam Mahmud, Sumarsih Djarudin, Areline Nawallya Adam, dan Audrya Malika Adam merupakan Ayah, Ibu, dan dua anak. Keputusan untuk mengebumikan mereka di Tanah Suci sudah dikoordinasikan dan sudah disetujui keluarga korban. Selain itu, pihak keluarga dari dua korban meninggal lainnya yaitu Eny Soedarwati dan Dian Novita juga sudah setuju jika jenazah dikebumikan di Arab Saudi.

Terus kondisi korban luka gimana?
Well, KJRI Jeddah mengungkapkan kondisi dari tiga jemaah umrah yang masih dirawat di RS Arab Saudi akibat kecelakaan bus di Wadi Qudeid. Menurut keterangan Yusron pada Minggu (23/3), salah satu korban yang dirawat di RS King Abdul Aziz yaitu Fabian (14)  mengalami luka bakar hingga 60% namun nggak ada cedera di organ internalnya. Selain Fabian, korban lain yang masih dirawat karena retak tulang adalah Ahsantudhonni Ghozali (55) dan Muhammad Alawi. Rencananya Ahsantudhonni bakal dipindah dari RS Khulais ke rumah sakit lain di Mekkah untuk perawatan lebih lanjut. Sedangkan, Muhammad Alawi yang dirawat di RS Obhur, Jeddah, rencananya akan menjalani operasi dalam waktu dekat.

How about the others?
Alright, sebelas WNI jemaah korban kecelakaan bus lainnya sempat menjalani perawatan medis dan dinyatakan pulih oleh pihak rumah sakit. Setelah dapat izin medis, mereka sudah tiba kembali di Mekkah dan mengikuti rangkaian ibadah umroh sesuai jadwal yang sudah disusun untuk mereka. Pihak KJRI Jeddah memastikan bakal memantau terus kondisi para jemaah yang masih dirawat dan kasih pendampingan yang diperlukan. Selain itu, KJRI Jeddah juga sudah menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) buat keperluan pemulasaraan jenazah enam WNI yang meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

I see. Anything else?
Yes, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, pada Sabtu (22/3), menyatakan enam korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus di Wadi Qudeid sudah dimakamkan di Arab Saudi. Lebih lanjut, Menag juga memastikan kalau asuransi saat ini sedang dalam proses penyelesaian. Menurut Menag, pemerintah Indonesia sudah punya prosedur standar untuk menangani kecelakaan WNI di luar negeri, khususnya di Saudi Arabia. While, KJRI Jeddah juga sudah menjadwalkan pertemuan dengan 11 jemaah yang selamat untuk menerbitkan dokumen pengganti bagi mereka yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen perjalanan akibat kecelakaan ini.

When you're wondering which country is the happiest in the world...

The top list.
Guys, pernah bayangin nggak kaya apa rasanya hidup di negara yang paling bahagia di dunia? Mungkin masyarakatnya bisa menikmati udara cerah tanpa polusi, lingkungan bersih, pejabat bekerja dengan jujur, pendidikan dan kesehatan terjamin, atau hal-hal baik lainnya. Dalam Laporan Kebahagiaan Dunia 2025, Finlandia menempati posisi pertama sebagai negara paling bahagia di dunia. Meanwhile, AS dan beberapa negara bagian Eropa sedang mengalami penurunan tingkat kebahagiaan juga kepercayaan sosial akibat munculnya polarisasi politik dan suara yang vokal menentang sistem. Selain itu, penelitian global menunjukkan kalau orang-orang jauh lebih baik ke satu sama lain jadi alasan kita jadi lebih bahagia. Menurut pendiri World Happiness Report, John Helliwell, mindset lebih bahagia ini muncul kecenderungan untuk menganggap stranger sebagai teman yang belum pernah ditemui ketimbang orang yang berisiko berbahaya dan mengancam kita.

Well, laporan kebahagiaan dunia ini mengacu ke data Gallup World Poll yang melibatkan orang-orang yang berasal di lebih dari 140 negara. Nah, negara-negara ini diberi peringkat berdasarkan kebahagiaan yang berdasar pada evaluasi kehidupan rata-rata mereka selama 2022-2024.

Ada enam variabel utama yang membantu para peserta survei melihat evaluasi kehidupan, yaitu PDB per kapita, dukungan sosial, harapan hidup sehat, kebebasan, kemurahan hati, hingga persepsi soal korupsi. Nah, negara-negara Nordik dianggap melakukan banyak poin evaluasi kehidupan itu dengan tepat. Terbukti dari Finlandia yang menempati posisi pertama selama delapan tahun berturut-turut. Selain Finlandia, ada Denmark, Islandia, Swedia, Belanda, Kosta Rika, Norwegia, Israel, Luksemburg, juga Meksiko. Selain dukungan sosial dari pemerintah yang memperhatikan kesejahteraan penduduk, masyarakat juga berperan dalam penerapan kisi-kisi negara bahagia yaitu dengan bertindak jujur dan menjaga satu sama lain. Selain, negara-negara paling bahagia di dunia ada juga beberapa negara yang masuk posisi terbawah di antaranya Zimbabwe (143), Malawi (144), Lebanon (145), Sierra Leone (146), dan Afghanistan (147).

"Momen yang unik sekali,"

Gitu guys komentar Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pas ngomentarin soal kumpulnya anak-anak para Presiden RI untuk merayakan hari ulang tahun putra Presiden RI Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo, pada Sabtu (22/3) malam. Yep, dalam unggahan para anak-anak di medsos, tampak hampir semua anak-anak mantan presiden berkumpul dengan Mas Didit, sambil ga lupa ngucapin happy birthday ke anaknya Mba Titiek dan Pak Prabowo tersebut.

When the privileged game is sooooo strong...

Announcement

Thanks to Jacob24 and Someone for buying us coffee today :)

Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here...just click here.  Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!

Catch Me Up! recommendations

Repeat after us, you will not have these for breakfast.

© 2025 Catch Me Up!. All Rights Reserved.