Teror Kepala Babi Jurnalis Tempo

Admin
UTC
13 kali dilihat
0 kali dibagikan

First Stop: kiriman teror kepala babi ke jurnalis Tempo

(Disclaimer: This photo/video contains sensitive content which some people may find offensive or disturbing. Proceed with caution!)
The anonymous package.

Siapa pun pasti excited dan penasaran menerima paket yang dikirim atas namanya. Namun, nggak pernah ada yang menantikan paket misterius tanpa nama pengirim berisi kepala babi dengan dua telinganya terpotong. Yep, sayangnya, justru barang itulah yang dikirim ke kantor Tempo minggu kemarin.

Tell me about it.
Yep, teror kepala babi yang beberapa hari belakangan menggegerkan media sosial dikirimkan kepada Jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana a.k.a Cica. Paket berisi kepala babi dalam kardus berlapis styrofoam itu diterima satpam Tempo pada Rabu (19/3) sekitar pukul 16.15 WIB. Namun, paket baru disampaikan kepada Cica yang baru kembali dari liputan dan akan rekaman siniar Bocor Alus Politik (BAP) Tempo pada  Kamis (20/3) sekitar pukul 15.00 WIB. Bersama rekannya, sesama wartawan desk politik dan host BAP, Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran, paket misterius itu dibuka dan ditemukan kepala babi yang sudah berbau menyengat di dalamnya.

SEREM BANGET...
Iya, guys, saking seremnya teror ini, Cica jadi trauma. Hal ini juga dinilai berbagai pihak sebagai bentuk intimidasi dan tekanan pada kebebasan pers dan media, khususnya ke jurnalis perempuan. By the way, teror dan intimidasi ke jurnalis Tempo sebenarnya bukan yang pertama kali. Tahun lalu, kendaraan Hussein juga dirusak oleh orang tidak dikenal. Rangkaian kekerasan ini termasuk dalam upaya penghalang-halangan kerja jurnalistik yang tertera dalam Pasal 18 ayat (1) UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Terus sekarang udah aman?
Jelas belum, guys. Kalau semua orang pikir kepala babi udah cukup bikin trauma, tiga hari setelahnya, kantor Tempo kembali menerima paket misterius lainnya. Pada Sabtu (22/3) pagi, kantor Tempo menerima kotak kardus terbungkus kertas kado bermotif mawar merah berisikan enam bangkai tikus tanpa kepala. 

HAH??

Iya. Kotak teror kedua itu dikirim tanpa tulisan atau pesan apa pun di dalamnya. Diperkirakan kalau kotak berisi bangkai tikus itu dilempar oleh orang tak dikenal dari luar pagar kompleks kantor Tempo di Palmerah Barat, Jakarta Selatan, pada pukul dua dini hari. Sebelum jatuh ke aspal, kotak teror itu lebih dulu mengenai mobil yang terparkir dan meninggalkan jejak baretan di sana.

Gimana respons Tempo soal teror ini?
Well, Pimred Tempo Setri Yasra bilang bahwa Tempo nggak gentar dengan teror yang dikirim oleh pihak yang disebutnya 'pengecut' ini. Meski, begitu Setri bersama Komisi Keselamatan Jurnalis (KKJ) akhirnya melaporkan kasus teror paket kepala babi ke Mabes Polri sembari membawa barang bukti untuk diselidiki. Menurut Setri, kiriman bangkai tikus memperjelas teror yang ditujukan ke redaksi Tempo sebelumnya lewat media sosial Instagram.

Diteror di sosmed juga?
Yep, jadi sehari sebelumnya tepatnya Jumat (21/3), redaksi Tempo menerima pesan dari akun Instagram @derrynoah yang bilang akan terus mengirim teror bertuliskan "sampai mampus kantor kalian". Meski melaporkan tindakan teror yang diterima Tempo ke pihak berwajib, Setri enggan berspekulasi lebih jauh soal motif pengiriman kepala babi tersebut. Menurutnya, itu wewenang polisi buat mengungkap tuntas dugaan intimidasi pada pers ini. Setri juga menyatakan ini nggak hanya menyangkut Tempo, tapi juga berkaitan dengan profesi wartawan pada umumnya yang bisa terancam di masa depan.

Terus apa reaksi Dewan Pers?
Of course, Dewan Pers ikut mengecam teror yang ditujukan ke Tempo pada Rabu (19/3). Menurut keterangannya pada Kamis (20/3) Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, teror dan intimidasi yang ditujukan ke Cica adalah tindakan kekerasan pada pers. Lebih lanjut, Ninik juga melihat kalau pelaku yang mengirimkan teror macam ini biasanya adalah pihak-pihak terpojok yang nggak mau bertanggung jawab. Senada dengan Ninik, anggota Dewan Pers Totok Suryanto juga menyesalkan kejadian teror ini karena dianggap melukai pers sebagai pilar demokrasi bangsa.

Apa respons pihak berwenang?
Dalam keterangannya pada Sabtu (22/3), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan ke Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada buat mengusut tuntas soal kasus teror ke Tempo ini. Selain itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Muhammad Chairul Anam juga menyayangkan Tempo yang selalu menjaga profesinya sesuai kaidah jurnalistik bukannya dijaga malah diancam dan diintimidasi. Selanjutnya, anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo, juga mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus teror ke media Tempo. Menurutnya, pengungkapan dalang di balik kasus ini sangat penting supaya nggak menimbulkan spekulasi yang baka ngerugiin pemerintah.

I heard something about "dimasak aja"...
Iya, agak krik-krik dan tone deaf emang. Jadi, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi justru bilang "dimasak aja" waktu ditanya soal kasus teror kepala babi tersebut. Statement ini tentunya mendatangkan kritik dari banyak pihak, bahkan beberapa orang dengan gamblang menyatakan Hasan Nasbi harus mundur atau dipecat buntut dari statement-nya soal teror ke Media Tempo itu.

Blunder mulu deh...
Ikr, kayak kalau mau merespon enteng buat isu yang berat dan serius kaya gini tuh at least liat-liat juga nggak sih? Hasan bilang kalau respons Cica di medsos mengesankan kalau Cica santai aja merespons teror yang diterimanya. Jadi, dia juga ikut merespons serupa terhadap pertanyaan media. Klarifikasi yang diberikan setelah banyak protes yang timbul seolah nggak cukup meredam. Dalam keterangan persnya pada Minggu (23/3), Hasan menilai kalau teror ini nggak perlu dibesar-besarkan. Intinya term doi soal "dimasak saja" yang bikin heboh kemarin juga bermaksud mengecilkan ancaman dari si peneror supaya nggak berefek gimana-gimana ke publik.

Hadehhhh. Anything else?
Yes, kasus teror kepala babi yang dialamatkan kepada Cica disoroti juga oleh media asing. Misalnya Asia Sentinel pada Sabtu (22/3), melaporkan tindakan teror pengiriman kepala babi yang terpenggal dalam kotak kardus untuk Cica yang dikutuk oleh organisasi pers domestik dan internasional. Selain itu, menurut data yang dikumpulkan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), ada 17 kasus serangan pada jurnalis tahun ini. Sedangkan pada 2024, terdapat 74 kasus berkurang dari yang sebelumnya 101 kasus di 2023. Lalu, pada 2022 terdapat 64 kasus dan 42 kasus terjadi di 2021.

© 2025 Catch Me Up!. All Rights Reserved.