Taktik Militer Amerika Serikat Bocor

Admin
UTC
6 kali dilihat
0 kali dibagikan

What got leaked, but not your group chat? 

US military group chat.
Sungguh mengezoetkan, kan guys. Rahasia militer yang harusnya bener-bener tertutup rapat ternyata bisa ke-share di group chat dan bikin taktik militernya bocor. Hal inilah yang baru dialami oleh para petinggi militer Amerika Serikat yang ngga sengaja masukin wartawan ke grupnya.

Nah loh...

So, masuknya seorang jurnalis dari majalah The Atlantic, Jeffrey Goldberg, ke dalam chat group Signal yang isinya orang-orang Pemerintahan Trump disebut terjadi secara nggak sengaja. Bukan topik sembarangan, para anggota grup chat itu bahas soal rencana serangan militer AS, gaes. Pihak Gedung Putih pada Senin (24/3) melaporkan kalau group chat itu melibatkan beberapa anggota kabinet Presiden Trump, kayak Wakil Presiden JD Vance juga Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. By the way, Signal juga sering dipakai oleh pejabat pemerintahan Joe Biden buat bahas perencanaan logistic, rapat, juga komunikasi sama mitra asing. Meski begitu, pihak militer AS membatasi penggunaan Signal terutama buat bahas perencanaan operasi militer.

Terus terus...
Nah Jeffrey yang bekerja sebagai editor majalah The Atlantic menerbitkan artikel pada Selasa (25/3) tentang bocornya informasi itu. Awalnya Jeffrey ragu kalau informasi di grup chat yang bahas serangan militer AS ini beneran ada. But, setelah serangan ke Yaman benar-benar terjadi di Sabtu (15/3), Jeffrey baru sadar kalau informasi yang dibagikan dalam grup chat beberapa jam sebelum serangan terjadi adalah valid. Setelah sadar situasinya real, Jeffrey akhirnya memutuskan keluar dari grup chat itu.

Padahal mah jadi silent reader aja...
Bener ugha. Terkait insiden ini, jubir Dewan Keamanan Nasional AS, Brian Hughes, menyatakan rangkaian pesan dalam chat yang dilaporkan terlihat asli. Pihaknya juga sedang menyelidiki bagaimana nomor luar secara nggak sengaja bisa dimasukkan dalam percakapan. Terus, Trump mengaku ngga tau apa-apa waktu ditanya soal anggota kabinetnya yang bahas rencana militer menggunakan aplikasi Signal. 

OK...

Lebih lanjut, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Presiden Trump tetap punya kepercayaan penuh ke tim keamanan nasionalnya. Sementara itu, penasihat Keamanan Nasional AS, Mike Waltz diyakini sebagai orang yang menambahkan Goldberg ke dalam group chat.

Gimana reaksi anggota DPR soal ini?
Selain Mike Waltz, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang diwawancarai media di Hawaii, ikut ngebantah kalau ada rencana perang dibagikan dalam grup chat. Meski begitu, anggota Demokrat di Kongres menuntut pemerintah segera bertindak memastikan keamanan nasional. Menurut ketua fraksi Demokrat di Kongres Hakeem Jeffries, Kongres harus melakukan investigasi atas kejadian ini dan mencegah supaya nggak ada pelanggaran keamanan nasional seperti ini lagi. Lebih jauh, Senator Elizabeth Warren menyebut kejadian ini ilegal dan sangat membahayakan negara.

Kayak apa isi chat yang bocor itu?
Alright, jadi menurut tangkapan layar yang dilaporin sama The Atlantic, pejabat dalam grup itu lagi diskusi soal pertimbangan serangan ke Houthi Yaman. Dalam percakapan itu, JD Vance mempertanyakan apa AS harus bantuin sekutu-sekutunya di Eropa yang lebih rentan mengalami gangguan pengiriman di sekitaran Laut Merah. JD Vance dalam chat itu mengaku muak karena pemerintah AS terus membantu Eropa. Statement itu direspon oleh Menhan AS, Pete Hegseth, yang mengaku bisa memahami kebencian Vance karena ketergantungan Eropa pada Amerika.

I see. Anything else?
Yep, berdasarkan hukum yang berlaku di AS, penyalahgunaan atau pengelolaan informasi rahasia yang nggak tepat termasuk dalam tindak pidana. Salah satu anggota Kongres, Tulsi Gabbard, sempat mengecam kebocoran informasi pada para jurnalis dan kasih warning kalau itu bisa dianggap melanggar hukum dan akan ditindak. Senada dengan itu, Senator Chris Coons dari Partai Demokrat menyebut semua pejabat yang terlibat dalam percakapan sudah melakukan tindak pidana dan bisa dihukum penjara karena kelalaiannya. Di sisi lain, pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer menyebut kebocoran chat ini jadi salah satu pelanggaran intelijen militer paling mencengangkan selama beberapa dekade terakhir.

© 2025 Catch Me Up!. All Rights Reserved.