When the second-largest city in England declares 'major incident'...
Bukan di Bantar Gebang, tapi di Birmingham Inggris yang belakangan lagi struggling dengan munculnya gunung sampah yang nggak terangkut di pinggir-pinggir jalan. Yep, hal ini terjadi karena para pekerja sanitasinya memutuskan buat mogok kerja, guys. Akibatnya, pemandangan kota jadi keliatan ngga terurus setelah lebih dari 17.000 ton sampah nggak diangkut dan dibiarkan di pinggiran jalan. Dalam keterangannya, pemimpin dewan kota Birmingham, John Cotton, menyesalkan pemerintah kota harus mengumumkan situasi nggak menyenangkan ini. Namun, pemerintah setempat mengaku nggak bisa lagi menoleransi situasi yang merugikan dan memberi tekanan ke warga Birmingham. Ternyata situasi konflik antara pemerintah kota dan para petugas kebersihan ini sudah terjadi sejak Desember 2024 lalu, gaes. Waktu itu kelompok perdagangan Unite the Union mengumumkan bahwa para petugas kebersihan akan melakukan aksi mogok di 2025. Bukannya tanpa alasan, aksi mogok itu dilakukan buat menentang pemotongan gaji berlebih, larangan lembur, juga penghapusan peran pengumpulan sampah oleh dewan.
Menurut sekretaris Unite the Union, Sharon Graham, sebenernya dewan kota Birmingham bisa dengan mudah menyelesaikan perselisihan. Namun emang pemerintahnya aja yang pengen melakukan pemotongan gaji dan penurunan pangkat pada para petugas. Saking stuck-nya sikon antara pemda dan petugas kebersihan di sana, Menteri Komunitas Inggris, Jim McMahon sampe menyatakan bahwa pemerintah pusat siap menyelesaikan masalah ini kalo emang pemerintah lokal di Birmingham kurang bisa.