Welcome to the first weekend of Ramadan! We hope you've had a great start and are ready to welcome the second week stronger. Now, we know Friday could be exciting, so scroll down to start it right. Let's go!
For the love of meme: You (and us!) all the time...
Guys, buat kamu yang menjalankan puasa Ramadan, nggak kerasa banget udah jalan satu minggu, ya? Yep, menjalani ibadah puasa Ramadan tuh banyak banget naik turunnya. Nggak cuma nahan lapar sama haus, hati juga harus selalu disetting adem biar nggak gampang kesulut emosi, nih. Ya, emang sih emosi kadang bukan sesuatu yang bisa kita halau gitu, aja. Kadang ada aja kan hal-hal di luar rencana dan perkiraan kita, nggak jarang ada aja kelakuan orang-orang yang bikin kita jadi ketrigger pengen marah-marah. Jagain biar nggak emosi di tengah puasa emang tantangan banget, sih, gaes. Tapi, marah yang kita rasain tuh sebenernya bisa dihadapi dengan cara yang positif, lo. Sebelum marahmu merugikan dan merusak koneksimu dengan sekitar, ikutin tips mengendalikan marah berikut ini, yuk!
- Think before you speak: Kalo lagi emosi-emosinya, gampang banget buat kita ngomong sesuatu yang bakal kita sesali, gaes. Coba luangin waktu sebentar buat mikirin apa yang harus kamu sampaikan ke orang lain. Jangan lupa buat kasih waktu ke orang lain yang terlibat di situasi kurang menyenangkan denganmu buat melakukan hal yang sama, ya!
- Setelah chill, coba sampaikan kekhawatiranmu: Kalau udah lebih tenang dan jernih, coba ungkapin rasa frustasi yang kamu rasain dengan tegas tapi nggak konfrontatif. Sampaikan kekhawatiran dan kebutuhanmu dengan jelas dan terang. Usahakan buat bersikap terbuka atas respon orang, sebisa mungkin hindari sikap atau ucapan yang bakal menyakiti mereka.
- Do a workout: Nah, salah satu cara buat meredam amarah yang sehat adalah dengan berolahraga, nih. Yap, aktivitas fisik bisa bantu mengurangi hormon kortisol pemicu stres yang bikin kamu jadi gampang marah-marah. Kalau kamu merasa amarah dalam dirimu makin memuncak, kamu bisa coba jalan cepat atau lari di sekitar kompleks tempat tinggalmu. Jika berada di luar ruangan bukan sesuatu yang ingin kamu lakukan, bisa juga loh buat lari-lari di treadmill sampai marahmu sedikit calm down.
- Get some rest: Kamu tahu nggak sih rehat bukan cuma buat anak-anak? Orang dewasa juga perlu istirahat dan ambil waktu sejenak dari rutinitas yang bikin mereka gampang stres. Ruang rehat mungkin bisa bantu kamu jadi lebih ready buat menghadapi apa yang terjadi tanpa merasa kesal atau marah.
- Search for a solution: Yep, terlalu fokus sama penyebab kemarahanmu malah bikin situasi buruk jadi berlarut-larut. Coba selesaikan masalah yang ada dengan fokus ke solusi. Jika sekitarmu terlalu berantakan, kamu bisa mulai menyortir dan menatanya kembali untuk mempermudahmu menyortir isi kepala dan hati yang sempat kacau. Ingat bahwa selalu ada hal di luar kendali kita, hal itu harusnya nggak bikin kita jadi terpaku dan merasa nggak berdaya, gaes. Just focus on something you can fix, everything's gonna be okay!
- Gunakan pernyataan 'aku' dalam argumen: Kritik dan nyalahin orang lain dalam argumen hanya akan bikin ketegangan makin meningkat. Sebaliknya, ketika kamu pakai term 'aku/saya' buat jelasin masalah, maka kamu akan bisa sampai di kesepakatan yang diharapkan bersama. Jangan lupa tetap tunjukin respect ke lawan bicara and be specific about it!
- Jangan mendendam: Pengampunan adalah salah satu tools yang ampuh. Kalau kamu biarin kemarahan dan perasaan negatif meliputi dirimu, kamu mungkin nggak akan notice sama hal-hal dan aura positif yang kamu punya. Hal-hal itu bisa bikin kamu tenggelam dalam kepahitan dan perasaan kalau dunia ini nggak adil. Memaafkan seseorang yang bikin kamu marah mungkin bisa membantumu melihat dan menguatkan koneksi yang kamu punya dengan mereka.
- Use humour to release some tension: Ketika situasi lagi tegang-tegangnya kamu bisa menggunakan humormu. Terlebih kalau kamu emang dari sana-nya udah lucu. Lucu boleh tapi jangan sarkas, ya! Bukannya membaik, situasi malah bisa memburuk kalau kamu sibuk sarkasin lawan bicaramu terus-terusan.
- Coba teknik relaksasi: Ketika amarahmu udah sampai ubun-ubun, coba terapkan teknik relaksasi. Latih pernapasanmu dalam-dalam, coba bayangin pemandangan yang menenangkan di kepalamu. Kamu juga bisa mengulangi kata-kata atau frasa yang bikin hatimu jadi lebih adem. Cara lain yang bisa kamu coba buat lebih rileks, misalnya mendengarkan musik, menulis jurnal, atau melakukan beberapa pose yoga. Anything you find comfortable enough, you should try!
- Know when you need to seek for help: Coba ngatur emosi kadang nggak segampang itu, kan? Kalau kamu merasa kesulitan handle sendirian, kamu bisa cari bantuan profesional. Hal ini bisa dilakuin kalau marahmu sering nggak terkendali dan cenderung destruktif, gaes. Jangan sampai tiap kali kamu marah, kamu melakukan hal-hal yang kamu sesali dan menyakiti orang-orang tersayang di sekitarmu.
We know, we know, kalo lagi puasa gini, biasanya jadi males keluar-keluar walaupun lagi berakhir pekan. Nah, worry no more, karena kita punya list hal-hal yang bisa kamu nikmati selama nunggu bukpus! Let's go!
But before...
Rekomendasikan hal-hal yang seru menurut kamu (bisa buku, podcast, video YouTube, apa pun itu, dengan cara mengisi form ini). Nanti, rekomendasimu bakal kita share di weekly tips aka below and let other people know how cool you are! Remember, sharing is caring!
- Halo!! Buat jiwa-jiwa yang jenuh sama entertainment sekarang, bosen denger lagu yg genrenya itu itu aja, atau bingung mau dengerin apa buat nemenin aktivitas, coba dengerin kumpulan musik klasik di HALIDONMUSIC. Mereka punya playlist yang unik sesuai aktivitas kamu.
- Hi! Karena sudah memasuki bulan Ramadhan aku mau kasih rekomendasi news letter namanya Tuesday Love Letter by Aida Azlin 💌 setiap hari Selasa dia akan kirim news letternya ke email kamu. Dari cara penyampaian, design, ilustrasi, tata bahasanya bagus banget dan bikin adem. Isinya kebanyakan reflection kehidupan tapi dikaitkan sama Quran & Hadist. Untuk subscribe emailnya tinggal buka aidaazlin.com dan cantumkan email kamu. It’s free yaa. I highly recommend it, especially for women.🧕🏻💓 (@Alysa.latika)
- Di tengah situasi politik Indonesia yang lagi carut marut begini, kayaknya nonton podcastnya Malaka Project yang membahas tentang pendidikan bersama host Jerome Polin dan bintang tamu Galih Sulistyaningra berasa healing gitu. Setelah nonton podcast ini wawasan kita jadi terbuka lebar soal profesi yang kayaknya di negara kita paling dianggap remeh, yaitu guru. Coba deh ditonton lumayan buat nambah wawasan :) (@susanpone)
- Relate banget sama kehidupan cewek baddie di tengah peak capitalism di manga Pink by Kyoko Okazaki (disclaimer: 18+ but the underlying message is so much more than the obscene depictions). (IG: @alyssachiaraa)
- Hai, guys. Kali ini aku mau kasih rekomendasi sebuah e-book berjudul 'Mak Plas' karya Agus Mulyadi @Agusmagelangan. Bakal terdengar kaya promosi sih, soalnya aku bakal nyinggung harganya yang affordable buat kumpulan cerpen yang menyentuh hati soal perasaan manusia yang sering iba sama orang lain. Harganya 17k, dan kamu bakal diajak menyelami momen-momen "nyessss" dalam hidup mas Agus yang orangnya gampang kasihan ketika melihat orang lain di sekitarnya. Ya, kadang kalau dipikir-pikir kita mudah merasa kasihan sama orang lain yang sedang menjalani hidupnya, kan? Kadang kita lupa kalau segala hal sudah ada porsinya masing-masing. Mungkin yang mau coba disampaikan Mas Agus adalah perasaan manusia itu karunia, dan bagaimana kita menjaga dan merawatnya itu lah yang fluktuatif. Tergantung situasi dan kondisi (dompet, misalnya). Worth to read banget apalagi di bulan puasa, bisa cek di link ini untuk pembeliannya. - (Anonymous)
Yuk guys, jangan lupa kasih rekomendasimu ya! Caranya gampang klik aja di sini!
Quote of the day
“If god is all you have, you have all you need.”
-Unknown-
Thank you note
No one bought us coffee today :(
(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here...just click here. Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kami kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)