Welcome back to Thursday! You're probably in a sweet, eazy breezy mood today because your THR has already landed in your account. We really can relate! Now, time to catch you up! with the news, from land use to exercise. Let's go!
First stop: The (main) cause of disaster...
Guys, pernah kepikiran nggak sih kenapa belakangan banyak bencana alam yang terjadi di Indonesia? Kalau mau diperhatikan seksama, bencana alam itu warning, ngingetin kalo manusia sudah lupa menjaga alam di sekitarnya. Kayak misalnya melakukan alih fungsi lahan besar-besaran tanpa memikirkan efeknya ke lingkungan sekitar.
Tell me.
Well, paling deket nih, kamu pasti ngeh bahwa udah sejak lama, terjadi perubahan alih fungsi lahan di Puncak, Bogor. Yep, Puncak yang dataran tinggi dan harusnya jadi tempat resapan air justru dijejali sama villa, hotel dan berbagai lokasi wisata, sampe ga heran, banjir terjadi di mana-mana, sampe ke Jakarta.
Go on...
Nah belakangan, fenomena ini jadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan sidak dan membongkar taman bermain Hibisc Fantasy Puncak pada Kamis (6/3). Sebelum resmi dibuka sebagai taman bermain pada Desember 2024, wilayah Hibisc Fantasy yang dikelola PT Jasa dan Kepariwisataan (PT Jaswita) merupakan hamparan kebun teh seluas 2,1 hektare. Adapun pembongkaran di kawasan wisata ini dilakukan karena dari 35 bangunan yang didirikan di kawasan wisata itu, hanya 14 di antaranya yang punya izin resmi dari Pemkab Bogor.
That's it?
Engga. Selain Hibisc Fantasy Park, ada 13 lokasi lain yang juga disegel, kayak Eiger Adventure Land, pabrik teh PT Sumber Sari Bumi Pakuan, dan bangunan yang ada di kawasan Agrowisata Gunung Mas di bawah naungan PTPN I Regional 2. Dalam proses penyegelan ini kemudian diketahui bahwa ada total 33 lokasi di kawasan Puncak yang terindikasi menyalahgunakan fungsi lahan lewat 18 kerjasama operasional (KSO) dengan PTPN I regional 2. Diketahui kalau izin lingkungan yang dibuat untuk mendirikan bangunan-bangunan itu nggak sesuai sama pengerjaan proyek yang dijalankan.
Kok bisa dapet izin???
That's the point! Kalo menurut pengakuan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, emang ada Perda Nomor 1/2024 dan Perda 11/2016 yang "melegalkan" pemanfaatan ruang perkebunan yang termasuk kawasan budi daya. Lebih jauh, menurut keterangan Ketua Tim Pengendalian Evaluasi dan Sinergitas Infrastruktur Wilayah Bappedalitbang Kabupaten Bogor Septyo Pramudito, beleid dibuat melalui konsultasi publik dan rekomendasi dari provinsi. Meski sudah ada aturan tertulis yang mengikat, dalam prakteknya tetap banyak pelanggaran lingkungan yang seolah dibiarin sama pemerintah.
Rusak deh lingkungan rusak....
True. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) juga menyoroti bahwa faktor alam bukan jadi satu-satunya penyebab banjir besar di Jabodetabek. Yep, paling besar justru faktor manusia, guys. Menurut Direktur Eksekutif WALHI Jabar Wahyudin Iwang, terjadinya deforestasi dan alih fungsi lahan di Puncak terjadi di kawasan perkebunan di bawah kelola PTPN VIII. Selama lima tahun ke belakang, Walhi menduga hampir 45% kerusakan alam meningkat di kawasan Puncak Bogor. Lebih jauh, diduga banyak pengembang yang sengaja mengabaikan analisis dampak lingkungan (AMDAL) demi mengejar keuntungan jangka pendek. Tak hanya itu, Walhi juga menduga ada kesengajaan pemerintah untuk memberikan izin usaha di kawasan puncak demi meningkatkan pendapatan daerah.
Efeknya gimana?
Ya, kondisi alam di Puncak makin rusak dari tahun ke tahun. Kondisi lingkungan tersebut memicu terjadinya banjir besar yang menimpa kawasan Jabodetabek. Dalam keterangannya pada Kamis (13/3), pengampanye hutan dari Forest Watch Indonesia (FWI), Tsabit Khairul Auni bilang bahwa banjir besar di Jabodetabek awal bulan ini dipicu kondisi hulu daerah aliran sungai (DAS) Kali Bekasi, Sungai Cisadane, dan Sungai Ciliwung. Diketahui dari data penginderaan jauh dan pengolahan data spasial bahwa sejak 2017-2023 terjadi penebangan hutan seluas 2.300 hektare di bagian hulu sungai. FYI, area seluas itu setara sama 3.285 kali lapangan sepakbola profesional, bisa bayangin seluas apa?
Ngaruh banget, ya?
Bangettt. Penebangan hutan atau deforestasi ini yang memicu hilangnya fungsi hutan buat nyerap dan nahan air dalam tanah, gaes. Terlalu banyak gedung sama bangunan yang harusnya jadi ruang buat pepohonan nampung air hujan menyebabkan air mengalir cepat di permukaan tanah. Situasi pohon-pohon di kawasan Puncak yang telah banyak ditebangi juga membuat hutan jadi rusak. Air hujan jadi nggak bisa meresap ke dalam tanah dan akhirnya mengalir deras dalam bentuk banjir yang jangkauannya sampai Jakarta dan Bekasi.
Regulasinya selama ini kayak apa?
Menurut Budayawan Bogor Yudi Wiguna, Presiden RI dari era Presiden Soekarno sampai Jokowi pernah ngeluarin banyak kebijakan buat menata kawasan Puncak, dari penertiban pembangunan buat tujuan wisata sampai merencanakan tata ruang kawasan. Pada era Presiden Soeharto misalnya mulai dikenal kawasan hutan lindung yang fungsinya buat mencegah erosi dan banjir. Meski begitu, pada kenyataannya aturan baik itu minim implementasi di lapangan. Seperti yang sudah-sudah, penegakan dan penertiban hukum cenderung tajam ke rakyat kecil tapi lembek ke para pengusaha.
Terus kondisinya kaya apa sekarang?
Memprihatinkan, gaes. Lewat unggahannya di akun Instagram, Dedi Mulyadi bilang kalau lebih dari 1.000 dari total 1.623 hektare luas lahan PTPN I Regional 2 udah beralih fungsi. Dari situ diketahui kalau alih fungsi lahan PTPN I Regional 2 mencapai 61,6%, jauh di atas ketentuan Perda 1/2024 yang menetapkan 6% penggunaan lahan yang diperbolehkan.
I see. Anything else?
Yes, setelah Hibisc Fantasy Puncak dibongkar, setidaknya 200 pekerja Hibisc Fantasy Puncak terdampak kehilangan mata pencaharian. Sekitar 190 orang di antaranya adalah warga lokal dan sisanya merupakan warga dari luar Jabar. Untuk itu, Pemprov Jabar sudah menyiapkan solusi dengan menawarkan pekerjaan baru seperti penanam dan pemelihara 50.000 pohon untuk reboisasi lahan bekas kawasan wisata itu. Sedangkan untuk pekerja dengan latar belakang pendidikan tinggi, Pemprov Jabar bakal menghubungkan mereka dengan perusahaan-perusahaan yang akan membuka loker dalam waktu dekat.
Now, about Israel resuming the war on Gaza...
Ga abis-abis biadabnya Israel ini, guys. Udah gencatan senjata berkali-kali, tetep aja mereka yang melanggar perjanjian dengan tiba-tiba nyerang Gaza. Terbaru, pada Selasa (18/3) malam Israel kembali melakukan serangan bom ke Gaza dan ini menandai berakhirnya gencatan senjata antara keduanya.
Tell me.
Okay, serasa nggak dikasih napas, setelah blokade bantuan kemanusiaan pada awal Maret 2025, kali ini Israel kembali menyerang Gaza dengan lame excuses, yakni Hamas menolak pembebasan sandera. Yep, Kemenlu Israel, bilang bahwa serangan ini dipicu oleh penolakan Hamas atas dua proposal mediasi konkret yang diajukan oleh utusan Trump, Steve Witkoff. Lebih gilanya lagi, serangan udara di Gaza yang nggak pakai aba-aba ini dibilang baru awalan dari serangkaian serangan lainnya.
SICK.
Ga habis pikir lagi. Berbekal persetujuan Presiden Donald Trump, Israel kembali melancarkan serangan udara di Gaza yang kali ini menewaskan sedikitnya 326 warga Palestina. Berdasarkan keterangan pejabat kementerian kesehatan Palestina, sebagian besar korban tewas adalah anak-anak. Serangan udara Israel dilaporkan terjadi di beberapa lokasi termasuk Gaza Utara, Kota Gaza dan Deir al-Balah, Khan Younis, juga Rafah. Padahal, dalam perjanjian gencatan senjata udah clear banget ga boleh ada serangan-serangan lagi.
Trump setuju? Ga heran...
Yep, nggak heran namanya sekufu, tiap langkah yang diambil Israel, AS pasti dukung. Terkait serangan ini, Pemerintahan Trump mengklaim kalo mereka sudah diberitahu Israel soal rencananya sejak Senin (17/3). Dalam keterangannya, jubir Gedung Putih, Brian Hughes bilang bahwa serangan ini terjadi karena Hamas yang menolak melepaskan semua sandera untuk memperpanjang gencatan senjata. Senada dengan itu, Pejabat duta besar AS untuk PBB, Dorothy Shea menyatakan kalau Hamas bertanggung jawab atas dimulainya lagi perang akibat penolakan terhadap usulan-usulan perpanjangan gencatan senjata fase pertama.
Ck. Gimana reaksi Hamas?
Jelas, bagi Hamas serangan Israel berarti pembatalan gencatan senjata secara sepihak. Apa yang dilakukan oleh Israel berarti mengancam nasib tawanan Israel di Gaza. Menurut pejabat Hamas Izzat al-Risheq, keputusan Netanyahu untuk melanjutkan perang berarti persetujuan untuk mengorbankan tawanan Israel yang masih mereka tahan. Selain itu, pihak Hamas juga udah mengonfirmasi kalau setidaknya lima pemimpinnya tewas gara-gara serangan kemarin, termasuk Essam a-Da'lees.
Bener-bener Israhell....
True. Sikap Israel yang bener-bener ngga bisa dipegang omongannya ini kemudian mengundang respons dari berbagai negara. Salah satunya adalah mediator perundingan gencatan senjata, yaitu Mesir. Sebagai negara yang berbatasan langsung sama Gaza dan Israel, Mesir nih melihat Israel udah melakukan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata. Sedangkan jubir Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kalau AS bertanggung jawab langsung atas berlanjutnya genosida di Palestina. Meanwhile, Houthi Yaman berjanji bakal merespons serangan Israel dengan langkah-langkah konfrontasi demi mendukung rakyat Palestina.
I wanna know if the UN has a say...
Of course. Serangan Israel terhadap Gaza di tengah perundingan gencatan senjata ini dianggap sangat mengerikan oleh PBB. Dalam keterangannya, Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengimbau agar gencatan senjata dihormati agar bantuan kemanusiaan dan nasib para sandera terjamin. Sedangkan, kepala UNRWA, Phillippe Lazzarini, mengutuk serangan Israel itu di media sosial dan menyebutnya sebagai neraka di bumi. Begitu pun dengan direktur kemanusiaan Save the Children, Rachael Cummings, yang menegaskan kalau gagalnya gencatan senjata antara Hamas dan Israel sama dengan hukuman mati bagi anak-anak di Gaza.
So, what happened now?
Well, seorang pejabat Hamas, Taher al-Nono, menyatakan bahwa kelompoknya nggak menutup pintu buat berunding meski Israel kembali membombardir Gaza. Meski begitu, Hamas tetap kukuh nggak perlu ada perjanjian baru. Sejauh ini, pihak Israel-lah yang ngga tunduk pada perjanjian gencatan senjata yang dari awal udah deal, bukannya Hamas. FYI, serangan Israel ke Gaza ini terjadi setelah blokade bantuan kemanusiaan berlangsung selama 17 hari. Banyak warga Palestina yang kini kelaparan dan nggak punya akses ke makanan, air, obat-obatan, juga bahan bakar.
Sad banget lah...
Makanya, sebagai negara yang mendukung kemerdekaan Palestina, Indonesia ikut mengecam serangan Israel Selasa lalu. Dalam rilisan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia di platform X pada Selasa (18/3), Indonesia mengecam keras serangan terbaru Israel ke Gaza di bulan suci Ramadan. Lebih lanjut, Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional buat segera ambil tindakan buat menghentikan aksi gilanya Israel. Selain Indonesia, China dan Rusia juga mengutuk keras serangan Israel ke jalur Gaza.
I see. Anything else?
Yes, nggak ada habisnya, Netanyahu juga menuduh Hamas mengontrol semua pasokan barang yang dikirim ke Gaza. Sederhananya, Israel nuduh Hamas mengubah bantuan kemanusiaan jadi anggaran untuk tindak terorisme. Selama enam minggu gencatan senjata berlangsung, sekitar 25.000 truk berisi berbagai bantuan kemanusiaan seperti makanan, perlengkapan medis, produk kebersihan, dan tenda masuk ke Gaza. Namun, setelah blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel sekitar dua minggu lalu, nasib warga Gaza bisa terancam krisis, ditambah serangan Israel yang kembali berlanjut sepihak.
Now, all the updates on MinyaKita yang ngga sesuai takaran...
Yep, masih segar di ingatan semua orang, waktu terungkapnya produk minyak goreng MinyaKita yang takarannya nggak sesuai kemasan tertera. Tulisannya 1 liter, eh pas diitung lagi cuma 750 ml. Bokis banget kan? Nah terbaru, kini kasusnya udah ditindaklanjuti sama Kemendag.
Everybody, meet: Repacker.
Repacker maksudnya orang atau perusahaan yang mengemas ulang produk. Dalam keterangannya pada Selasa (18/3), Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan bilang bahwa kecurangan itu muncul dari keterbatasan akses para pengemas terhadap minyak goreng dari skema Domestic Market Obligation a.k.a DMO. Intinya DMO itu alur yang memastikan para pengusaha dapet pasokan bahan baku buat produksi dalam negeri.
Ok terus...
Jadi, distribusi minyak goreng rakyat bergantung banget sama kesepakatan produsen sama repacker lewat mekanisme bisnis ke bisnis yang sifatnya komersial. Inilah kenapa nggak semua repacker bisa dapet pasokan minyak DMO, dan harus cari cara lain buat tetap produksi dan mendistribusikan MinyaKita. Beberapa cara yang dipakai misalnya mengurangi volume minyak dalam kemasan atau menggunakan minyak komersial. Efeknya, harga di pasar jadi melambung melebih harga eceran tertinggi (HET) di Rp15.700, yaitu antara 17-18 ribu per liter.
Skemanya kayak apa?
Okay, jadi untuk produk MinyaKita, DMO-nya sudah diatur sama pemerintah, kan. Dari produsen ke distributor satu (D1) di Rp13.500. Lalu, dari D1 ke distributor dua (D2) di Rp14.000, beralih ke pengecer menjadi Rp14.500. Nah, baru ketika sampai ke konsumen menjadi Rp15.700 sesuai HET. Gitu, guys...
Berarti bakal ada kemungkinan naik harganya?
Menyikapi harga bahan baku minyak goreng yang lagi naik, sejauh ini, Iqbal memastikan keputusan soal kenaikan harga HET MinyaKita masih akan dievaluasi. Soalnya, buat nentuin HET nggak bisa hanya menurut Kemendag saja, tapi harus ada melibatkan produsen, distributor, juga repacker. Sejauh ini, produsen MinyaKita masih bersedia menanggung selisih biaya yang timbul akibat kebijakan DMO. Selain itu, saat ini pihak Kemendag mengonfirmasi sudah menyegel dua perusahaan repacker yang terbukti melakukan pelanggaran, yaitu mengurangi volume minyak dalam kemasan produk MinyaKita. Dua perusahaan itu adalah PT Navyta Nabati Indonesia (NNI) dan PT Artha Eka Global Asia (AEGA).
Cuma dua doang???
Nope, sebenernya sejak Desember 2024, Kemendag udah mengidentifikasi sekitar 106 perusahaan yang melanggar aturan MinyaKita, termasuk mengurangi volume di kemasan dan menjual di atas HET. Terkait hal ini, Persatuan Pengusaha Minyak Goreng Kemasan Indonesia (Permikindo) bilang bahwa memang sejumlah repacker mengurangi takaran MinyaKita, tapi kalo menurut Sekjen Permikindo, namanya Darmaiyanto, pengurangan volume ini bukan untuk menipu masyarakat. Tapi, situasi di lapangan menyebabkan repacker mendapat minyak goreng untuk kemasan MinyaKita di atas harga HET untuk repacker di Rp13.500. Faktanya, para repacker mendapat produk sudah di harga Rp15.600-16.500.
Tetep aja masyarakat rugi dong???
Agree. Di sisi lain, Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengungkap kecurangan PT Jaya Batavia Globalindo yang mengemas MinyaKita tak sesuai takaran dan berhasil meraup penghasilan sebesar Rp800 juta/bulan. Menurut keterangan persnya pada Rabu (19/3), Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Twedi Aditya, menyatakan kalo perusahaan tersebut sudah beroperasi sejak November 2024 dan memperoleh produk minyak goreng dari Marunda dan Cakung. Nah, produk MinyaKita yang diisi dengan takaran 800-850 ml ini dijual di wilayah Jabodetabek dan daerah lain yang masih ada di Pulau Jawa. Dua tersangka dijerat pasal 120 UU nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp3 miliar.
Terus, stok MinyaKita aman nggak?
Alright, mendekati Idulfitri pastinya minyak goreng sebagai salah satu sembako banyak diincar. Menurut pernyataan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kemendag, Moga Simatupang, meski banyak produk MinyaKita yang bermasalah ditarik dari pasar, stok aman dan nggak akan terjadi kelangkaan. Lebih lanjut, Moga menyampaikan kalau Mendag Budi Santoso udah mengundang distributor untuk berkoordinasi demi persiapan stok MinyaKita selama ramadan dan menjelang Lebaran ini.
I see. Anything else?
Yes, salah satu penyebab MinyaKita bisa dijual melebihi HET adalah karena pengecer dari produk dari pengecer lainnya. Lebih lanjut, Kemendag juga mendorong peningkatan produksi MinyaKita sebanyak dua kali lipat selama bulan Ramadan tahun ini sebagai bentuk mitigasi. Dikenal sebagai minyak goreng rakyat, target pasar MinyaKita tentunya masyarakat kelas menengah ke bawah. Inilah yang membuat ketersediaan MinyaKita harus dipastikan aman di pasar rakyat.
When you’re too lazy to start exercising but want a healthy routine…
Buat kamu yang sadar kalau olahraga is not your thing, gimana sih cara kamu tetap stay healthy melalui pergantian musim yang nggak tentu? Wait, ini bukan cemilan seperti yang ada di bayanganmu. Bukan keripik kentang atau cookies dengan banyak chocochip sebagai filling-nya. Kamu akan diajak mengenal tentang exercise snack. Yep, namanya emang snack tapi ini adalah aktivitas singkat antara 30 detik sampai maksimal 10 menit yang mencakup hampir semua jenis gerakan. Mulai dari naik tangga, berjalan, squat, sampai menari. Istilah exercise snack ini pertama kali digunakan oleh ahli jantung Dr. Howard Hartley pada 2007 silam. Bisa dibilang exercise snack ini sebagai latihan mini buat tetap menjaga kesehatan bagi kamu yang suka malas berolahraga. Dan manfaat dari melakukan aktivitas ini sudah dibuktikan oleh banyak penelitian, lo.
Jadi, menurut studi yang melibatkan 22.389 orang pada Juli 2023 melaporkan kalau orang dewasa yang nggak berolahraga mengalami penurunan kanker sebesar 17-18% setelah melakukan exercise snack selama 3,4-3,6 menit tiap hari. Bahkan menurut studi yang dimuat dalam JAMDA: The Journal of the Post-Acute and Long-Term Care Medical Association, gerakan-gerakan exercise snack ini bisa menyehatkan otak hingga mengurangi risiko demensia. Selain berjalan kaki atau bersepeda, exercise snack nggak harus berupa aktivitas tertentu, lo. Kegiatan super biasa kayak membersihkan rumah dan bermain dengan anak-anak bisa dianggap efektif juga. Contoh nyatanya bisa terlihat pada orang-orang berumur panjang dan sehat yang tinggal di zona biru di seluruh dunia. Mereka dikenal terus bergerak dan aktif sepanjang hari dan jadi kunci tetap sehat sampai lanjut usia. Real, kalau tubuh yang minim dipakai bergerak bakal memburuk kondisinya dari waktu ke waktu. Jadi, bisa mulai coba exercise snack setiap hari jika ingin sehat sampai tua, yaaa...
Rp 50 triliun
Adalah target pengumpulan zakat nasional yang dicanangkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI di tahun ini. Yep, menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abu Rokhmad, sebenernya potensi zakat kita tuh hampir Rp 300 triliun lebih. Meanwhile, di tahun lalu zakat yang berhasil dikumpulkan adalah Rp 41 triliun. Jadi, Insya Allah tahun ini bisalah, nyampe ke Rp 50 Triliun. Gitu ceunah.
Added to the list besides baju baru, THR, angpao: Zakat
Announcement
Thanks to Someone for buying us coffee today :)
Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here...just click here. Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!
Catch Me Up! recommendations
If you want to protect your mental health, read this.