Aksi Protes Menentang Penangkapan Walikota Istanbul

Admin
UTC
7 kali dilihat
0 kali dibagikan

When things are heating up in Turkiye...

As Istanbul's Mayor Arrested.
Guys, belakangan ini, Turki lagi ngga baik-baik aja. Hal ini karena terjadinya aksi protes ratusan ribu masyarakat Turki yang menentang penangkapan walikota Istanbul, Ekrem Imamoglu, pada Rabu (19/3).

Tell me about it.
So, meski dilarang berkumpul oleh pemerintah, aksi unjuk rasa masyarakat Turki digelar pada Kamis (20/3). Massa turun ke jalan melakukan protes atas penangkapan Imamoglu yang dituduh pemerintah korupsi dan mendukung aksi terorisme. Menurut para pemrotes, penangkapan ini bener-bener bermotif politik, demi menjegal langkah politik Imamoglu lebih jauh.

Emang doi siapa?

Jadi, doi adalah calon pesaing Erdogan dalam pemilihan Presiden Turki di 2028 mendatang. Pada Sabtu (22/3), Imamoglu diperiksa di pengadilan oleh jaksa penuntut atas tuduhan korupsi dan hubungannya dengan terorisme. Lebih lanjut, keputusan penahanan Imamoglu baru akan dirilis pada Minggu (23/3) dini hari.

Go on.
Okay, banyak pendukung Imamoglu yang percaya kalau penahanannya ada hubungan dengan motif politik dan respon keras pemerintah terhadap pihak oposisi, yaitu partai Cumhuriyet Halk Partisi (CHP) a.k.a Republican People's Party. Pada Sabtu (22/3), ribuan orang berkumpul di luar gedung kota Istanbul, melambaikan bendera Turki juga meneriakan slogan-slogan seperti "Jangan takut, rakyat ada di sini" dan "Hak, hukum, keadilan". Sedangkan, kerumunan pendukung Imamoglu menunggu di luar gedung pengadilan Caglayan. Keberadaan para pengunjuk rasa tetap berkumpul meski ada larangan berkumpul di jalanan kota sudah diperpanjang sampai Rabu (26/2).

How's the situation there?
Chaotic, guys. Ribuan pengunjuk rasa berhadapan dengan ratusan polisi di dua lokasi tersebut. Menurut laporan Reuters, pasukan polisi itu nggak menghadapi massa dengan tangan kosong. Melainkan, menggunakan gas air mata juga semprotan merica yang dibalas dengan lemparan petasan juga benda-benda lain oleh para demonstran. Not stopping there, para pengunjuk rasa di provinsi pesisir barat Izmir dan Ankara juga harus menghadapi tembakan meriam air ketika bentrok dengan polisi.

Gimana respons pemerintah?
Well, dalam keterangannya pada Minggu (23/3) pagi, Menteri Dalam Negeri, Ali Yerlikaya, menyatakan kalau otoritas Turki sudah menahan sekitar 323 orang selama protes berlangsung. Selain itu, Pemerintah sudah memberi peringatan untuk nggak mengaitkan penangkapan Imamoglu dengan Presiden Erdogan atau motif politik apa pun. Lewat postingan di akun X-nya, Erdogan mengingatkan langsung pada CHP kalau pihak yang mengganggu ketertiban dan melakukan provokasi akan dikenakan sanksi hukum. Selain itu, pada Jumat (21/3), Ali menyatakan kalau sedikitnya ada 16 petugas polisi yang terluka selama bentrokan dengan massa terjadi di Turki.

Apa reaksi Imamoglu?
Okay, doi menyatakan kalau bakal stay strong dan nggak akan tunduk sama tuduhan pemerintah. Nggak hanya Imamoglu, setidaknya 100 orang lain termasuk pejabat kota, kepala perusahaan konstruksi wali kota, politisi, dan jurnalis menerima surat perintah penahanan dan dituduh melakukan penggelapan dan korupsi. Lebih lanjut, Imamoglu juga membantah tuduhan terorisme yang juga dialamatkan kepadanya. Meanwhile, Menteri Kehakiman Turki Yılmaz Tunç, mengatakan bahwa kecurigaan soal politisasi kasusnya Imamoglu ini dilatarbelakangi oleh Presiden sebagai tindakan kurang ajar dan nggak bertanggung jawab.

Apa efek dari demo besar ini?
Well, demo dan aksi unjuk rasa membela Imamoglu ini berdampak ke finansial Turki. Bank Sentral Turki diperkirakan menghabiskan $11,5 miliar untuk menopang mata uang lira sehari setelah penangkapan Imamoglu. Selain itu, situasi ini juga memicu larinya para investor dan anjloknya nilai mata uang negara. Despite the situation, Erdogan tetep menilai bahwa partainya Imamoglu, yaitu CHP, sebagai kekuatan yang mengganggu perdamaian dan memecah belah rakyat. Terlepas dari semua itu, CHP masih berencana buat menyelenggarakan pemungutan suara buat nyalonin Imamoglu yang sedang dipenjara sebagai kandidat presiden.

Kesannya politis banget nggak sih...

Yep, oleh jaksa penuntut, Imamoglu dituduh memimpin konspirasi kriminal kayak penyuapan, penggelapan, penipuan, juga keterkaitan dengan aksi terorisme. Sehari sebelum ditangkap atas tuduhan itu, Universitas Istanbul mencabut gelar sarjana Imamoglu membuatnya nggak memenuhi syarat buat mencalonkan diri sebagai Presiden sesuai hukum yang berlaku. Menurut analis politik Turki di Wilson Center, Washington, Yusuf Can, penangkapan Imamoglu jadi bagian dari strategi Erdogan buat melanggengkan kekuasaan tanpa batas waktu. However, ditangkapnya Imamoglu justru malah mengalihkan dukungan besar rakyat Turki ke CHP sebagai partai oposisi ketimbang ke Adalet ve Kalkınma Partisi (AKP) sebagai partai penguasa.

I see. Anything else?
Yes, pemimpin CHP, Ozgur Ozel, menyatakan ke media bahwa partainya bakal ngajuin banding atas keputusan pengadilan yang memenjarakan Imamoglu selama proses persidangan berlangsung. Lebih lanjut, dewan kota Istanbul bakal memilih pengganti wali kota sementara sembari menunggu hasil putusan untuk Imamoglu. Selain itu, CHP yang beranggotakan lebih dari 1,5 juta orang sudah menyiapkan sekitar 5.600 kotak suara untuk pemungutan suara di 81 provinsi yang ada di Turki. Pemungutan suara resmi ditutup pada Minggu (23/3) pukul 14:00 GMT atau jam 18:00 WIB.

© 2025 Catch Me Up!. All Rights Reserved.